Jumat, 24 April 2009
Assasiyat
Telaga keyakinan dalam pilar-pilar Asasiyat
Beberapa penggal dari tiap tulisannya dalam Asasiyat:
”Sumber kekuatan nurani itu sendiri itu adalah wahyu Alloh. Maka Bashiroh manusia yang beraroma bumi,harus disiram dengan bashiroh langit. Para penganuut Alqur’an tidak akan sedikitpun ragu dengan kesempurnaannya. Ia cahaya terang dan jalan lurus yang mengantar pada keselamatan dunia dan kebahagiaan akhirat, ia bashiroh yang begitu jernih, tajam dan akurat mewartakan keadaan yang sesungguhnya kemenangan yang terbentang dan bahaya yang mengancam dengan segala syarat sebab dan penawarnya. Ia memuat sejarah lampau, gambaran depan dan keadaan sekarang” (Asasiyat Tarbawi, Bashiroh, 45)
”Proses Istiqomah: ia adalah gerak yang tak kenal henti. Ia adalah keteguhan yang tak kenal menyerah. Ia adalah bukti kejujuran, pengakuan siapapun yang mengaku bertuhan Alloh” (Asasiyat Tarbawi,istirahat,52)
”Para aktifis anak bangsa harus diimunisasi dari putus asa dan apatisme, yang membuat mereka jadi kebal dan akhirnya menikmati keterpurukan yang bagai melacur ke jurang. Protes jadi nyanyian duka yang parau danliriknya jadi mantra-mantra yang kehilangan tuah” (Asasiyat Tarbawi,Zu Qou ghu,62)
”Jangan lihat hidup dari fenomena-fenomena ,lihatlah hakekat. hakekat kecuali keresahan hati dan kekakuan sikap yang tak pandai kau cairkan, selebihnya adalah senandung nasib yang kau boleh rintihkan bagi zaman sesudahmu atau jadikan itu sebagai khazanah do’a yang akan kau panen di hari esok” (Asasiyat Tarbawi,Cucu Musholla, 63)
”Mengejar ketertinggalan, sudah waktuinya redaksi semacam ini dihapuskan selama-lamnya. Sangat melelahkan mengejar keteringggalan yang tak punya toleransi menunggu. Mengapa harus dikejar, kalau bisa dicegat sebelum datang? atau diidentifikasi apakah suatu itu benar-benar ketertinggalan? generasi awal tidak dididik untuk tidak pernah merasa tertinggal, walaupun berbagai sumber daya penopang sistem kufur telah begitu kokoh. Kejelasan visi, kepastian langkah, keihlasan pemimpin, ketaatan kader dan kesungguhan berkorban semua pihak telah membuat kejutan-kejutan yang menyebabkan musuh merasa terkejar dan tertinggal” (Asasiyat Tarbawi,desah-desah kapan pertolongan Alloh,47)
SABAR
“Dan bersabarlah dalam menunggu keputusan Robbmu,
maka sesungguhya kamu berada dalam penglihatan kami” (QS Ath-thur:48)
Telah terdahulu kepastian dari Alloh,
istirahatkanlah hatimu dari kata “kalau” dan kata “seandainya”
Apa yang sudah ditetapkan, akan terjadi pada waktunya
Orang-orang bodoh bersusah payah dan bersedih hati
Mungkin sesuatu yang engkau takutkan tidak terjadi atau mungkin terjadi
Juga apa yang engkau harapkan tidak terwujud.
Nantikanlah apa yang diperbuat Robbmu
Nanti akan datang apa yang engkau inginkan
Berupa jalan keluar (dari kesulitan) yang dekat
Jangan berputus asa jika menemui musibah
Karena banyak kejadian alam yang ajaib dan menakjubkan
Ingatlah, wahai orang yang direpotkan sebuah keprihatinan
Jika kesulitan itu memuncak menimpamu
Maka pikirkanlah surat Al Insyiroh
Satu kesengsaraan diantara dua kesenangan
Jika engkau mau mengulangnya pasti gembira
Dengan Nama Alloh, kuserahkan diriku, hartaku dan agamaku.
Ya Alloh jadikanlah aku ridho menerima keputusan-Mu
dan berkahilah apa yang ditaqdirkan untukku
Sehingga aku tak ingin mempercepat apa yang Engkau lambatkan
Dan memperlambat apa yang Engkau segerakan
Imam Ghazali-Minhajul Abidin
Imam An nawawi- Al Azkar