“Bercermin di Telaga Cinta Sang Guru”
Telaga keyakinan dalam pilar-pilar Asasiyat
Beberapa penggal dari tiap tulisannya dalam Asasiyat:
”Sumber kekuatan nurani itu sendiri itu adalah wahyu Alloh. Maka Bashiroh manusia yang beraroma bumi,harus disiram dengan bashiroh langit. Para penganuut Alqur’an tidak akan sedikitpun ragu dengan kesempurnaannya. Ia cahaya terang dan jalan lurus yang mengantar pada keselamatan dunia dan kebahagiaan akhirat, ia bashiroh yang begitu jernih, tajam dan akurat mewartakan keadaan yang sesungguhnya kemenangan yang terbentang dan bahaya yang mengancam dengan segala syarat sebab dan penawarnya. Ia memuat sejarah lampau, gambaran depan dan keadaan sekarang” (Asasiyat Tarbawi, Bashiroh, 45)
”Proses Istiqomah: ia adalah gerak yang tak kenal henti. Ia adalah keteguhan yang tak kenal menyerah. Ia adalah bukti kejujuran, pengakuan siapapun yang mengaku bertuhan Alloh” (Asasiyat Tarbawi,istirahat,52)
”Para aktifis anak bangsa harus diimunisasi dari putus asa dan apatisme, yang membuat mereka jadi kebal dan akhirnya menikmati keterpurukan yang bagai melacur ke jurang. Protes jadi nyanyian duka yang parau danliriknya jadi mantra-mantra yang kehilangan tuah” (Asasiyat Tarbawi,Zu Qou ghu,62)
”Jangan lihat hidup dari fenomena-fenomena ,lihatlah hakekat. hakekat kecuali keresahan hati dan kekakuan sikap yang tak pandai kau cairkan, selebihnya adalah senandung nasib yang kau boleh rintihkan bagi zaman sesudahmu atau jadikan itu sebagai khazanah do’a yang akan kau panen di hari esok” (Asasiyat Tarbawi,Cucu Musholla, 63)
”Mengejar ketertinggalan, sudah waktuinya redaksi semacam ini dihapuskan selama-lamnya. Sangat melelahkan mengejar keteringggalan yang tak punya toleransi menunggu. Mengapa harus dikejar, kalau bisa dicegat sebelum datang? atau diidentifikasi apakah suatu itu benar-benar ketertinggalan? generasi awal tidak dididik untuk tidak pernah merasa tertinggal, walaupun berbagai sumber daya penopang sistem kufur telah begitu kokoh. Kejelasan visi, kepastian langkah, keihlasan pemimpin, ketaatan kader dan kesungguhan berkorban semua pihak telah membuat kejutan-kejutan yang menyebabkan musuh merasa terkejar dan tertinggal” (Asasiyat Tarbawi,desah-desah kapan pertolongan Alloh,47)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar