Rabu, 06 Mei 2009

kajian tafsir Ustadz abdul Azis...

Kajian Tafsir Ustadz Abdul Aziz Abdur Rouf, Al Hafiz

Tafsir Surat Al Kahfi

Surat Alkahfi merupakan imunisasi dari fitnah kehidupan
Isi suratnya mengenai pencegahan tentang fitnah dunia, diantara fitnah dunia adalah harta kekayaan
Bertilawah dengan surat Alkahfi berfungsi sebagai doa untuk menjaga dari fitnah dunia
Rosululloh tiap hari jum'at (mulai dari malam jum'at-jum'at pagi) membaca surat Al kahfi
Barang siapa hafal 10 ayat pertama dari surat Al kahfi selamat dari dajjal
Keberadaan hari jum'at untuk ummat islam merupakan sebuah keutamaan yang diberikan Alloh untuk ummat ini. Karena Alloh SWT pernah menawarkan hari jum'at untuk dijadikan hari besar kepada ummat yahudi dan Nashroni tetapi mereka menolak.
Sehingga dalam mengisi hari yang istimewa (hari jum'at) dengan menjadikan surat al kahfi sebagai amalan yang dibaca tiap pekan/ hari Jum'at (surat pekanan). Surat lain yang dapat dijadikan surat pekanan oleh imam sholat shubuh di hari jum'at adalah surat Assajadah dan Al insan

Ayat 1

ا لحمد لله الذى انز ل على عبده الكتا ب و لم يجعل له عوجا
" Segala puji bagi Alloh yang telah menurunkan kitab (Alqur'an) kepada hamba-hambaNya sehingga dia tidak menjadikannya bengkok"

Pada ayat 1 ini terdapat kata Alhamdulillah (pemujian terhadap Alloh) atas karuniaNya yang besar berupa diturunkannya Alqur'an.
Ayat ini mengingatkan kita untuk bersyukur atas ayat Alqur'an yang diturunkan kepada hamba-hambaNya yang berperan dalam kehidupan manusia.
Banyak dari kita yang mengucapkan lafaz Hamdalah setelah selesai makan, setelah menerima uang tetapi banyak yang lupa untuk mengucap Hamdalah setelah seharian menyelesaikan tilawah 1 juz.

Ayat 9

ام حسبت ان اصحب الكهف والر قيم كا نو من ايا تنا عجبا
"Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan yang mempunyai Arroqim itu termasuk tanda-tanda kebesaran kami yang mena'jubkan?"

Ayat ini merupakan permulaan dari kisah ashhabul kahfi. Diawal kisah ini Alloh mengawali dengan sebuah pertanyaan: "Apakah kisah ashhabul kahfi (orang yang mendiami gua) dan roqimnya sudah membuat kita manusia kagum atau ta'jub terhadap ayat alqur'an?"
Kalau jawabannya belum berarti kita harus banyak menggali alqur'an lebih dalam lagi, karena yang diinginkan Alloh terhadap ayat alqur'an adalah عجبا , 'Ajaba (kagum/ ta'jub).
Dalam berinteraksi dengan alqur'an , kita harus dapat menciptakan rasa kagum terhadap alqur'an. Sebagaimana yang dilakukan oleh para jin yang menghadirkan rasa kekaguman yang besar terhadap alqur'an, seperti yang tergambar dalam surat Al jin ayat1, Al ahqof ayat 29-32 dan surat Arrohman.
Ketika para jin mendengarkan ayat "Fabiayyi Alaa i Robbikuma tukadziban?" (Maka ni'mat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?) yang diulang sebanyak 31 kali dalam surat Arrohman, maka serentak para jin menjawab : tidak ada ni'matMu yang kami dustakan.
Atau dapat kita bayangkan pula dalam surat al jin ayat 1 bagaimana serombangan jin terkagum-kagum saat diperdengarkan kepada mereka bacaan alqur'an. Selain itu dalam surat Al ahqof ayat 29-32 digambarkan saat serombongan jin menghadiri pembacaan alqur'an mereka berkata : "Diamlah kamu!" (untuk mendengarkan alqur'an dengan sungguh-sungguh), dan setelah itu mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan, menyeru kepada Alloh, beriman kepadaNya, dan kepada apa yang diturunkan olehNya.
Berkaca dari sikap serombongan jin yang dapat menghadirkan kekaguman yang besar terhadap kalam Alloh yang mulia hingga tergerak untuk menyampaikan isi Al qur'an kepada kaumnya, oleh karena itu kita sebagai manusia selayaknya mencari bentuk-bentuk kekaguman terhadap Alqur'an. Minimal berbahagia setelah membaca Al Qur'an dan kemudian pada tahap berikutnya senang untuk mentadabburi ayat-ayatNya.

Ayat 10

اذ اوى الفتية الى الكهف فقا لو ربنا اتنا من لد نك ر حمة و هيى ء لنا من امرنا رشد ا

"Ingatlah ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo'a: Ya tuhan kami, berikanlah kepada kami Rahmat dari sisiMu dan
sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami"

Dalam Ayat 10 terdapat kandungan tuntunan Syar'i kepada manusia saat dirundung ujian agar memperbanyak ibadah. Seperti yang dicontohkan ashhabul kahfi saat bersembunyi ke dalam gua dikarenakan ingin menyelamatkan aqidah mereka, di dalam gua mereka memperbanyak do'a kepada Alloh.
Hakikatnya ujian adalah hilangnya keni'matan dan keni'matan hakiki adalah berada bersama Alloh. Maka sejatinya do'a adalah bentuk permintaan tolong hamba kepada Tuhannya, dan berhatilah-hatilah terhadap kedatangan syaitan saat dilanda ujian, syaitan dating dengan harapan agar manusia meminta pertolongan kepada syaitan dan bukan kepada manusia. Jika kita jatuh pada sikap itu (meminta pertolongan pada syaitan) itulah bencana dunia dan agama !!!!!!
Do'a Ashhabul kahfi saat mendiami gua mengandung 2 hal :
ربنا اتنا من لد نك ر حمة
"Ya tuhan kami, berikanlah kepada kami Rahmat dari sisiMu "
1.Meminta tambahan rahmat
Sehingga sebesar apapun ujian yang kita hadapi, kalau Alloh masih merahmati, kita pasti kuat menjalaninya.
و هيى ء لنا من امرنا رشد
"Dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami".
2.Agar setiap ujian yang datang kepada setiap manusia dapat disikapi dengan positif, sehingga menimbulkan sikap optimis dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.

Ayat 11
فضر بنا على ا ذا نهم فى الكهف سنين عدد ا
"Maka kami tutup telinga mereka dalam gua itu selama beberapa tahun"

Kemudian Alloh menjawab do'a mereka (seperti yang tercantum dalam ayat 10) dengan cara Alloh menutup telinga-telinga mereka –mereka tertidur- selama beberapa tahun. Jika menggunakan, dan bila menggunakan penghitungan tahun qomariyah maka jumlah bilangan tahun mereka tidur adalah 309 tahun.

Ayat 12
ثم بعثنا هم لنعلم أي الحز بين احصى لما لبثوا امد ا
" Kemudian kami bangunkan mereka agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal dalam gua itu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar